SEJARAH KOPI DI INDONESIA

COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Auto_total_loss_na_een_ongeluk_bij_Takingeun_TMnr_60023561Indonesia sebagai negara yang menempati peringkat ketiga terbesar di dunia sebagai penghasil kopi dunia. Hal ini tentu saja membanggakan bagi kita sebagai warga negara Indonesia. Indonesia diberi anugrah oleh Tuhan dengan letak geografisnya yang sangat cocok difungsikan sebagai lahan perkebunan, khususnya perkebunan kopi. Letak Indonesia yang sangat ideal dan iklim yang sangat baik untuk pertumbuhan dan produksi kopi.

Asal usul kopi di indonesia dimulai pada tahun 1696 di masa penjajahan Belanda, jenis kopi pertama yang ditanam adalah kopi Arabika, kopi ini masuk melalui Batavia yang saat ini kita kenal sebagai Jakarta yang didatangkan langsung dari Yaman. Sayangnya tanaman kopi jenis ini semua mati akibat serangan hama yang hampir memusnakan seluruh tanaman kopi. Akhirnya pemerintah kolonial Belanda mencoba untuk menggantinya dengan jenis kopi yang lebih kuat terhadap serangan penyakit dan Hama yaitu Kopi Liberika. Namun jenis kopi ini juga tidak tahan terhadap serangan hama dan penyakit karat daun yang membuat kopi ini kurang bisa diterima di pasar karena memiliki cita rasa yang terlalu asam. Saat ini sisa tanaman kopi jenis Liberika masih dapat ditemui di daerah Jambi, Jawa Tengah dan Kalimantan.

Selanjutnya Kolonial Belanda mencoba mendatangkan kopi jenis Robusta (Coffee Cabephora) pada tahun 1900, yang ternyata jenis kopi ini tahan terhadap serangan penyakit dan hama dan hanya memerlukan syarat tumbuh serta pemeliharaan yang ringan, tidak hanya itu saja, produksi kopi jenis ini juga jauh lebih tinggi dibandingkan jenis kopi lainnya. maka setelah itu kopi Robusta menggantikan jenis kopi Arabika khususnya di daerah yang memiliki ketinggian 1000 m dpl dan mulai menyebar di daerah Jawa, Sumatera dan Indonesia Bagian Timur.

Semenjak Pemerintah Hindia Belanda meninggalkan Indonesia, perkebunan rakyat terus tumbuh dan berkembang, sedangkan perkebunan swasta hanya bertahan di Jawa Tengah, Jawa Timur dan sebagian kecil di Sumatera; dan perkebunan negara (PTPN) hanya tinggal di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *